Rabu, 04 April 2018

Biografi Chelsea | X5 SMAN 1 GEGER


  Chelsea Islan



                                                    

Chelsea Islan lahir di Washington pada tanggal 2 Juni 1995 dengan nama lengkap Chelsea Elizabeth Islan. Ayahnya bernama Indra Budianto dan sang ibu bernama Samantha Barbara. semasa kecil ia dikenal gadis tomboy yang menyukai olahraga. Ia suka bermain futsal, gokart dan Taekwondo. Ayahnya bekerja sebagai arsitek sedangkan sang ibu bekerja dibidang advertising. Ia mempunyai adik laki-laki yang bernama Arindra Budianto.Masa kecil Chelsea Islan mempengaruhi kebiasaannya hingga kini, salah satunya yaitu hobinya yang suka membaca. Hobi membaca ini diperolehnya dari sekolahnya semasa SD yang mana sekolahnya ini mewajibkan siswanya untuk menulis kesimpulan isi buku.
Saat ini ia belum melanjutkan sekolahnya ke jenjang perguruan tinggi.Ia lebih memilih fokus terhadap karirnya saat ini. Chelsea mempunya cita-cita menjadi seorang sutradara. Hal ini bisa jadi karena Chelsea benar-benar jatuh cinta pada dunia seni peran. Tidak hanya melibatkan diri sebagai penampil, tapi juga ingin aktif di belakang layar. Ia juga pernah memproduksi film.Film pertamanya berjudul Junk Society, ia buat saat umurnya masih 16 tahun. Sedangkan film lainnya yang berjudul Deep Inside ia garap beberapa waktu lalu sebagai tugas akhir.
Karir Chelsea Islan di dunia entertainment berawal sebagai model video klip Band Noah pada lagu “Tak Lagi Ssama” pada tahun 2013. Berawal dari peran itulah, Chelsea mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Berkat penampilannya yang cukup baik dalam video klip tersebut, ia ditawari untuk mengikuti pelatihan di sebuah rumah produksi. Berkat pengalamannya didalam panggung teater, membuat chelsea tidak kesulitan untuk berakting didepan kamera. Pada tahun yang sama, Chelsea juga terlibat dalam pembuatan film Refrain yang berperan sebagai Annalise yang disutradarai oleh Fajar Nugros. Dalam film tersebut, Chelsea bermain dengan Afgansyah Reza dan Maudy Ayunda. Meskipun dalam film tersebut, Chelsea hanya berperan sebagai pemeran pendukung, namun berkat perannya sebagai Annalise mampu menyedot perhatian seluruh masyarakat sehingga membuat dirinya mendapat perhatian dari beberapa rumak produksi dalam negeri.
Berkat bakat aktingnya di depan kamera, pada tahun 2014 Chelsea Islan bermain dalam film Street Society yang berperan sebagai Karina, seorang DJ cantik berbakat yang memiliki dua karakter. Pada tahun yang sama, Chelsea juga bermain dalam film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar. Dalam film tersebut Chelsea berperan sebagai sebagai Merry Riana yaitu perempuan asal Indonesia yang berhasil meraih satu juta dollar pertamanya di Singapura pada usia 26 tahun. Film Merry Riana rilis pada 24 Desember 2014, pada film tersebut chelsea islan beradu akting dengan aktor Ferry Salim, Dion Wiyoko dan Kimberly Rider.
Tidak hanya bermain dalam film, pada tahun yang sama pula Chelsea Islan bermain untuk serial TV bergenre komedi Tetangga Masa Gitu?, yaitu komedi situasi yang menampilkan kehidupan sehari-hari 2 pasangan suami istri yang dimana kedua pasangan ini tinggal dalam satu kompleks dan hidup bertetangga.Dalam serial tersebut Chelsea berperan sebagai Bintang Howard Bornstein atau Bintang Irawan. Bintang atau biasa dipanggil bastian “bee” merupakan blasteran Amerika-Indonesia, cantik dan sangat pintar bahkan bisa mengalahkan Angel. Dijuluki Wikipedia berjalan, karena saking pintarnya, kecuali dalam hal memasak. Bintang memiliki suara tangis yang khas yakni seperti suara anjing puddle serta kata-kata yang khas seperti “so sweeeeettt”. Bintang sangat mencintai Bastian dan sangat perhatian. Ia bekerja sebagai penjual dan pengelola online shop.
Pada tahun 2015, karir Chelsea Islan semakin naik terbukti dari beberapa jenis film yang ia bintangi seperti film Dibalik 98. Dibalik 98 adalah sebuah film yang bercerita tentang runtuhnya pemerintahan Orde Baru dengan ditandai mundurnya Presiden Soeharto. Pendekatan film ini bukan dari sudut pandang politis melainkan lebih ke kemanusiaan. Terdapat beberapa karakter dalam film tersebut, dan perang Chelsea Islan ada pada sudut pandang mahasiswa bersama Boy Wiliam.
Tahun 2015 Chelsea Islan juga terlibat dalam film Guru Bangsa: Tjokroaminoto adalah film yang menceritakan biografi tokoh pahlawan nasional Tjokroaminoto. Film drama Indonesia yang dirilis pada 2015 juga melibatkan beberapa aktor kenamaan Indonesia seperti Reza Rahardian, Christine Hakim, Didi Petet, Alex Komang, Egi Fedly, Sujiwo Tedjo, Maia Estianty, dan lain-lain.
Selain kedua film diatas, tahun 2015 Chelsea Islan juga bermain dalam film Love You.. Love You Not, film bergenre drama komedi Indonesia. Film yang dirilis pada 13 Agustus 2015 ini, chelsea islan berasu akting dengan Hamish Daud, Miller Khan dan lainnya.
Pada tahun 2016, Chelsea Islan semakin eksis didunia perfilman Indonesia. Terbukti dari beberapa Judul film yang ia bintangi.Pada film Rudy Habibie, Chelsea Islan berperan sebagai Ilona Lanovska yang merupakan gadis asal Polandia yang sempat menjadi wanita yang sangat dicintai oleh Rudy Habibie semasa kuliahnya di Jerman, jauh sebelum akhirnya menikah dnegan ibu Ainun pada saat Habibie sudah menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke Indonesia.Tahun yang sama juga, Chelsea Islan bermain dalam film 3 Srikandi yang berperan sebagai Lilies Handayani yaitu seorang atlet panahan asal Indonesia yang berhasil meraih medari pertama di ajang Olimpiade.
Masih di tahun 2016, Chelsea Islan juga terlibat dalam film yang berjudul Headshot. Dalam film yang bercerita tentang pria yang menderita amnesia dengan masa lalu yang misterius. Ia kemudian menjadi ‘mesin pembunuh’ yang mematikan saat harus berhadapan dengan seorang gembong narkoba yang sangat berbahaya, Chelsea Islan berperan sebagai Ailin. Selain film-film diatas, Chelsea Islan juga bermain dalam film Pinky Promise di tahun 2016.
Di tahun 2018 ini chelsea islan membintangi film Ayat Ayat Cinta 2.peran chelsea islan dalam film Ayat Ayat Cinta 2 berperan sebagai seorang gadis yang suka bermain biola bernama Keira.
Selain bakat akting dan modeling yang patut diacungi jempol, rupanya Chelsea juga punya bakat terpendam, yaitu menyanyi. Suara merdu Chelsea bisa kamu dengar saat ia menyanyikan lagu Somebody To Be Loved yang menjadi soundtrack film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar yang ia perankan.
Dia juga telah membangun sebuah perpustakaan di papua untuk anak-anak di papua.Selain piawai bermain peran, Chelsea juga memiliki dedikasi tinggi untuk masa depan pendidikan di Indonesia. Sebagai generasi muda, ia juga ingin memberikan akses pendidikan yang rata untuk generasi muda selanjutnya.Melihat antusiasme anak-anak Papua untuk belajar membuat Chelsea semakin ingin mendukung majunya pendidikan di Indonesia.



SYAFRIDA PURBIANNITA (28)

Biografi Raisa Aribatul Hamidah | X5 SMAN 1 GEGER


Raisa Aribatul Hamidah

Orientasi :
            Raisa Aribatul Hamidah lahir di Ponorogo, 17 Februari 1990. Ia tinggal di Jalan Ukel 11.no 7 Kertosari, Ponorogo, Jawa Timur. Beliau adalah salah satu pemain bola basket putrid dengan skill diatas rata-rata yang dimiliki oleh Indonesia. Orang tuanya bukan seorang atlet, namun Raisa giat mengasah bakat serta hobinya hingga sekarang. keluarga besarnya adalah keluarga yang taat dan menjunjung tinggi ajaran islam. Sehingga namanya bisa naik daun berkat bakat yang ia punya. Raisa tidak hanya menonjol sebagai pemain basket karena skillnya. Lewat kampanye “Hoping With Hijab”, ia terus mendorong para pemain berhijab untuk tetap meningkatkan partisipasi dan skill mereka dicabang olahraga bola basket. Memakai hijab bagi kaum Muslimah adalah bentuk kepatuhan dalam menjalankan syariat islam. Entah berapa banyak hikmah penuh makna di balik penyariatan jilbab tersebut. Tak salah jika banyak kaum Muslimah yang berjuang mati-matian serta istiqamah dalam balutan hujab. Bagi mereka, jilbab adalah harga mati yang tak bisa ditawar-tawar.
Peristiwa-peristiwa Penting :
          Seperti yang dijalani seorang pebasket professional, Raisa Aribatul Hamidah. Entah sudah berapa kali diskriminasi yang dialaminya karena istiqomah memakai hijab. Pebasket muslimah ini mendapat sanksi pemain, hingga didiskualifikasi karena berhijab. Kendati demikian, tak sekalipun prinsipnya goyah atau rela melepas hijab. Baginya hijab sudah harga mati, keluarga sudah sangat menekankan prinsip ini. Memang diakuinya, ada rasa sedih dan kesal ketika ia mendapat perlakuan tak adil karena berhijab. Tahun 2008 silam, ia terpilih untuk masuk timnas junior mewakili Indonesia. Ketika ia sudah berlatih cukup lama, akhirnya ia tersingkir karena alas an nonteknis tersebut.
          Hingga perlakuan tak adil yang terakhir dialami Raisa pada awal tahun 2015 lalu. Ia sudah masuk daftar timnas Indonesia yang akan mengikuti Sea Games di Singapura. Namanya sudah ada disurat kabar. Mereka sudah latihan keras bersama timnas di Jakarta. Pelatih Raisa binggung karena peraturan federasi internasional soal bola basket ini tidak boleh berhijab. Jadi, terpaksa ia dikeluarkan dari timnas.
Walau sedih dan kecewa, Raisa mengaku tak menyesal sedikitpun dengan prinsip yang dipegangnya. Kecintaannya pada basket sudah digandrunginya semenjak kecil. Pertama kali ia bertanding basket ketika masih SMP. Saat itu, pakaian Raisa yang sudah berhijab sempat menghebohkan pertandingan. Saat itu ia ikut Kejurda Bola Basket Jawa Timur. Saat itu, ia bertanding membela Group Sahabat Ponorogo. Melihat penampilannya yang berbeda dengan rekan-rekannya yang lain, pelatihnya sempat menyarankan untuk melepas hijab. Tetapi ia minta tolong agar diizinkan memakai hijab, dan akhirnya pelatihnya setuju.
          Setelah kepahitan soal aturan berhijab yang terpaksa ditelan Raisa, tahun berikutnya aturan tersebut dicabut. Prinsip yang dipegang teguh Raisa mendapat acungan jempol dari keluarganya. Melalui basket, Raisa mencetak banyak prestasi seperti : Juara 1 Liga Bola Basket Mahasiswa Jawa Timur 2007 di Malang, Juara 2 Campus League Bola Basket 2007 di Surabaya, Juara 1 Kejuaraan Nasional LIBAMA 2009 di Surabaya, Pemain Terbaik Putri Campus League Nasional ( Indonesia Timur) 2009, Juara 1 Kejuaraan Nasional Libama 2010 di Yogyakarta, Juara 1 Kejuaraan Nasional Libama 2010 di Medan, Juara 1 PraPON XVIII Wilayah B cabang Bola Basket Putri 2011 di Semarang, mewakili Jawa Tengah, Juara 3 (Universitas Airlangga) Bola basket ACSI Libama 2012 di Surabaya dan Jakarta, Penghargaan Top Assist (Sahabat Semarang) dalam Inagural Women National Basketball League Indonesia Jawa Pos for Her 2012, Juara 1 PON XVIII Cabang Bola Basket Putri 2012 di Riau, mewakili Jawa Tengah, Juara 1 (Universitas Airlangga) Bola Basket Putri Liga Mahasiswa Nasional (LIMANAS) 2013-2014, Penghargaan TOP Assist Liga Mahasiswa Nasional (Limanas) 2013-2014, Penghargaan Most Valuable Player (MVP) Putri Liga Mahasiswa Nasional (Limanas) 2013-2014, Peringkat 1 (Surabaya Fever) dalam Women National Basketball League (WNBL) Indonesia season 2014-2015, dan Juara 2 (Universitas Airlangga) dalam Kejuaraan Bola Basket Piala Wali Kota Surabaya 2015 di Gor Pasific Surabaya. Ia juga mendapatkan beasiswa dari dunia basket yang ditekuninya. Diakuinya, banyak sekali manfaat yang dia ambil dari dunia basket. Baginya, basket bukan sekadar olahraga atau hobi semata. Tapi, sudah jadi bagaian dari dirinya. Ia yakin, banyak sekali kaum muslimah di belahan dunia lain berhijab sama dengan dirinya. Ia terinspirasi dengan pebasket Muslimah di Amerika yang gencar berkampanye melalui hijab.Mereka mengumpulkan tanda tangan, bikin kaos, dan mengadakan seminar, Raisa pun seperti itu. Raisa menyayangkan, masih saja ada diskriminasi pada zaman yang dialami pebasket Qatar ketika akan berlaga di ajang ASEAN Games Korea Selatan. Ketika hendak bertanding, panitia mengeluarkan larangan soal pakaian hijab. Lantas, pebasket Qatar yang semuanya berhijab tersebut memutuskan mengundurkan diri.
          Saat ini, Raisa belum mengikuti ajang internasional karena terkendala aturan federasi basket tersebut. Namun, ia mendulang berbagai dukungan di dalam negeri karena penampilannya. Sampai saat ini tidak ada protes atau tanggapan negative. Karena level tertingginya masih di Indonesia dan belum bisa untuk masuk internasional. Di Indonesia masih bertoleransi karena penduduk Indonesia mayoritas Muslim.
Reorientasi :
          Raisa mengharapkan, pemerintah Indonesia mau serius memperhatikan nasib pebasket Muslimah. Menurutnya, pemerintah masih dalam dan nurut begitu saja dengan peraturan internasional. Saat ini, Raisa tengah mempersiapkan diri untuk kembali tampil di ajang Women Indonesia Basket League (WIBL) yang mulai pada 17 Maret mendatang. Disela-sela kesibukannya sebagai dosen, ia kerap melatih basket untuk anak-anak belia. Harapannya, ia ingin juga melatih Muslimah muda yang punya hobi basket. Ia ingin sekali buka sekolah basket untuk Muslimah. Selain melatih basket juga memberi motivasi untuk tetap istiqamah pakai hijab.

 Senja Rahma Widhiarti (27)

Biografi Si Anak Singkong | X5 SMAN 1 GEGER


Biografi Si Anak Singkong

Chairul Tanjung merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Ia merupakan CEO utama di CT Corp. Namanya berada di urutan ke-937 dari 1000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan total kekayaan senilai USD 1 milyar. Chairul Tanjung lahir pada tanggal 16 Juni 1962. Ayahnya Abdul Ghafar Tanjung yang berprofesi sebagai wartawan pada masa orde lama yang menerbitkan surat kabar berpola minim dan ibunya Halimah yang berasal dari daerah Cibadak, Jawa Barat yang hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Chairul Tanjung berada dalam keluarga yang sederhana dan tinggal bersama dengan enam saudara lainnya. Chairul Tanjung bersama orangtua dan keenam saudaranya terpaksa menjual rumah mereka dan pindah ke kamar losmen yang sempit, karena usaha ayahnya yang harus ditutup secara paksa karena bersebrangan secara politik dengan penguasa pada masa itu.
Masa kecilnya dihabiskan bersekolah di SD Van Lith, Jakarta dan lulus pada tahun 1975. Kemudian, ia melanjutkan sekolahnya di SMP Van Lith, Jakarta dan lulus pada tahun 1978, lalu ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Boedi Oetomo, Jakarta dan lulus pada tahun 1981. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Pada saat kuliah inilah ia mulai masuk kedalam dunia bisnis dan mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional dan lulus pada tahun 1987. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya kembali di Executive IPPM dan lulus pada tahun 1993. Untuk memenuhi kebuuhan kuliah, Chairul Tanjung berjualan buku kuliah stensilan, kaos dan jasa foto kopi di kampus. Ia juga pernah mendirikan toko yang menjual peralaan khusus kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, walaupun pada akhinya mengalami kebangkrutan. Dalam kondisinya yang kurang menguntungkan, ia tetap gigih dalam bekerja dan menyelesaikan bangku kuliahnya. Kegagalannya dalam membangun bisnis toko peralaan kedokeran dan laboratorium lantas tidak membuatnya patah semangat. Ia mencoba membuka usaha kontraktor walaupun ia tetap mengalami kebangkrutan sehingga membuatnya harus bekerja di perusahaan baja dan sempat pindah ke perusahaan rotan.
Setelah selesai kuliah, ia memutuskan untuk bergelut dalam bidang bisnis bersama ketiga rekannya. Perusahaan yang dirintisnya ialah PT Pariarti Shindutama yang bergerak dibidang industri pembuatan sepatu anak untuk ekspor yang dirintisnya dengan modal 150 juta yang didapatkan dari pinjaman dari Bank Exim. Akan tetapi karena perbedaan visi Cahirul Tanjung memilih keluar dan mendirikan usaha sendiri. Chairul Tanjung membangun perusahaan yang diberi nama Para Group. Perusahaan ini membawahi beberapa bisnis lainnya diantaranya; Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), Para Inti Propertindo (properti). Kehebatannya dalam membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnis yang ia kelola semakin berkembang. Chairul Tanjung adalah sosok yang mau berkawan dengan siapapun, bahkan dengan petugas pengantar surat pun dianggapnya penting. Kegemarannya dalam berjejaring dengan berbagai kalangan membuat perkembangan usahanya semakin lancar. Ia membangun regulasi dengan berbagai perusahaan, baik yang sudah ternama bahkan dengan perusahaan yang tidak terkenal sekalipun. Ia mengarahkan bisnisnya ke konglomerasi (perusahaan yang punya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada kaitan antara satu sama lain) dengan mereposisikan dirinya kepada tiga bisnis inti yaitu keuangan, properti, dan multimedia.
Perusahaan konglomerasi ini mempunyai para inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahi beberapa sub-holding, yaitu Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti). Oleh karena perkembangan bisnisnya, Chairul Tanjung, Si Anak Singkong lebih senang mengakuisisi perusahaan dibandingkan membangun bisnis karena ia tidak memiliki waktu lagi untuk membangun dari nol sehingga ia memilih untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan. Sejumlah perusahaan telah ia akuisisi dan tentu saja sudah menjadi milik Si Anak Singkong ini. Keuletannya dalam menapaki tanga kesuksesan melalui proses kristalisasi keringat dan jatuh bangun semakin membuahkan hasil. Bisnis Chairul Tanjung semakin berkembang dan mengakusisi berbagai perusahaan.
Pada tanggal 16 Mei 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung sebagai Menko Perekonomian. Pada tanggal 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Chairul Tanjung juga mendapatkan penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MU) Awad 2015.Chairul Tanjung saat ini melejit namanya bahkan kariernya semakin menanjak. Namanya semakin dikenal, bagaimana tidak selain menjadi bos dari CT Corp, ia juga mengembangkan sayapnya dengan mereposisi bisnis penyiaran Trans Corp dan Trans TV.
Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kesabaran dan pantang menyerah dalam dunia usaha adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan. Ia berdedikasi untuk menjadi panutan para generasi muda Indonesia dalam bidang kewirausahaan. Kisah hidupnya yang inspiratif dan memotivasi melalui berbagai terpaan hidup serta ganasnya ombak persaingan bisnis akhirnya dibukukan melalui buah tulisan yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas dan disusun oleh wartawan Kompas, Tjahja Gunawan Adireja. Buku berjudul Chairul Tanjung Si Anak singkong ini diluncurkan tepat pada usia Chairul Tanjung setengah abad.

SAPNA MUTIARA SARI (26)

Biografi Ronny Lukito | X5 SMAN 1 GEGER


Ronny Lukito

            Ronny Lukito lahir pada tanggal 15 Januari 1962 di Bandung. Ronny Lukito adalah anak ketiga dari enam bersaudara.  Ia satu-satunya anak laki-laki dari keluarga pasangan Lukman Lukito – Kumiasih. Ronny berdarah campuran Buton, Sumatera dan Jakarta itu mempunyai orang tua yang menyambung hidup dengan cara berjualan tas. Ronny Lukito merupakan  seorang anak dari keluarga yang memprihatinkan. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada.
             Pada masa remaja  Ronny tinggal di Bandung. Dia adalah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri ataupun perguruan tinggi swasta favorit, dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah). Sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi swasta terfavorit di Bandung, namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena terbentur masalah keuangan. Semenjak bersekolah di STM Ronny terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik kecil, diikat dengan karet dan kemudian dia jual ke rumah-rumah tetangga dengan sepeda motor miliknya.

            Masa remaja Ronny di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan dan kerja keras yang jauh dari kehidupan serba ada. Hidup ditengah keluarga yang pas-pasan, tidak membuat Ronny menyerah pada keadaan. Orang tuanya yang memiliki toko kecil khusus menjual tas, membuat Ronny terbiasa melihat secara langsung proses produksi sebuah tas. Bahkan Ia beserta saudaranya sering terjun langsung membantu orangtuanya dalam menjalankan bisnis tersebut.Dari mulai proses
pengemasan tas, merapikan tas-tas yang dipajang, serta menjadi kasir ketika ada pembeli yang membayar. Pengalaman itulah yang menjadi langkah awal Ronny untuk membuka Peluang bisnis tas, mengikuti jejak kedua orang tuanya.Saat masih remaja sebenarnya Ronny tak berpikiran untuk  menjadi pengusaha. Ayahnya pun tak pernah mengarahkan Ronny agar menjadi pengusaha. Namun setamat STM, ia harus berpikir realistis dalam melihat perekonomian keluarga. Ia kan memprioritaskan membantu orangtuanya jualan di toko.
            Sejak tahun 1976, ketika Ronny duduk di bangku STM, toko ayahnya tersebut mulai menjual tas hasil karya sendiri. Saat itu merek tas produknya bernama Butterfly. Nama ini diambil dari merek mesin jahit buatan China yang mereka pakai. Ronny sendiri membantu membeli bahan ke toko tertentu atau mengantarkan barang dagangan ke pelanggan mereka. Bahkan, sebelum berangkat sekolah, Ronny jualan susu. Setelah pulang sekolah, Ronny kerja di bengkel motor sebagai montir. Jiwa entrepreneur yang dimilikinya sejak duduk di bangku sekolah, membuat lelaki kelahiran Bandung ini mudah menyerap ilmu dari ayahnya. Tak lama setelah bekerja di toko milik sang ayah, Ia pun memulai peluang bisnis pembuatan tas sendiri. 


            Tahun 1979, Ronny ingin kuliah, seperti impiannya selama ini. Namun dia melihat bahwa orangtuanya tidak sanggup membiayai dirinya kuliah. Oleh sebab itu, dia membantu perekonomian keluarga.Ronny mulai mengembangkan bisnis tersebut. dia mulai memasukkan tasnya ke Matahari
department store. Meski hanya mendapatkan  sedikit pesanan,  Ronny tetap mengembangkan usahanya. Dengan modal kurang dari satu juta rupiah, Ronny membeli dua mesin jahit, peralatan jahit, dan sedikit bahan baku pembuatan tas. Dibantu dengan satu orang pegawai bernama Mang Uwon, Ronny memproduksi tas. sekitar tahun 83-84 Ronny berkeinginan memasukkan produk ke Matahari department store, saat di awal awal mengajukan sebagai pemasok itu, Ronny ditolak terus oleh bagian pembelian, baru sampai mengajukan ke 13, permohonan ronny memasukkan Produk tasnya diterima, saat itu pun, nilai tas yang dijual tidak sampai 300 ribu.Ronny terjun sendiri ke daerah-daerah untuk mencari mitra-mitra pengecer baru guna membuka pasar baru. Dia rajin keliling daerah. Dia membuang kemalasan dan sadar bahwa masa depannya ditentukan pada momen itu. Dia berangkat ke kota-kota lain untuk mempromosikan dan membangun jaringan pemasaran. Eiger pertama kali diproduksi pada tahun 1993. Nama Eiger sendiri diambil dari nama Gunung Eiger di Swiss dan dicetuskan oleh pemilik Eiger, Ronny Lukito. Eiger ditujukan untuk peralatan kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung, kemah, panjat tebing dan aktivitas lainnya yang masih menyangkut masalah kegiatan luar.

            Ronny memiliki Ketekunan dan kerja keras  dalam menjalankan usaha, yang dapat mengantarkan lelaki lulusan STM ini menjadi pengusaha sukses yang luar biasa.Terbukti bukan hanya berhasil membawa tas merek exsport hingga mancanegara, namun kini dibawah naungan B&B Inc. Ronny berhasil membawahi empat anak perusahaan besar antara lain PT. Eksonindo Multi Product Industry (EMPI), PT. Eigerindo MPI, PT. EMPI Senajaya dan CV Persada Abadi. Sederet merek tas ternekal pun, menjadi bukti nyata keberhasilan Ronny Lukito dalam menguasai pasar tas baik lokal maupun internasional . PT. Eksonindo Multi Product Industry milik Ronny Lukito telah berhasil membuat beberapa merk yang menguasai pasaran Indonesia dan luar negeri, seperti Libanon, Singapura, Filipina, dan Jepang. Hingga saat ini produk yang diproduksi oleh Ronny Lukito masih digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Semoga kisah dari Ronny Lukito ini dapat menginspirasi para kaum muda untuk lebih semangat dalam menjalankan usaha.

SALIMA NURRAHMA (25)

Biografi Presiden Joko Widodo | X5 SMAN 1 GEGER



 Biografi Presiden Joko Widodo

                Pemimpin sederhana, bersih, dan merakyat merupakan hal yang banyak melekat pada sosok presiden Indonesia saat ini, Ir. H. Joko Widodo atau biasa dikenal Jokowi. Beliau Lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Nama kecilnya ialah Mulyono. Di keluarganya, ia merupakan anak sulung dari empat bersaudara, pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomihardjo.
            Berasal dari keluarga sederhana menyebabkan Jokowi merasakan hidup yang sulit dan keras, sejak ia mulai bersekolah di Sekolah Dasar Negeri 111 Tirtoyoso, menjadi seorang kuli panggul, ojek payung dan berdagang sudah ia lakoni sejak kecil hanya untuk membiayai kebutuhan sekolahnya hingga makan sehari-hari.Disaat teman-temannya yang lain bersekolah, ia lebih memilih untuk berjalan kaki. Kepandaiannya sebagai tukang kayu didapatnya dari ayahnya yaitu Noto Mihardjo, ketika jokowi berusia 12 tahun ia sudah bekerja sebagai tukang gergaji. Di masa itulah ia merasakan pahitnya penggusuran sebab rumahnya tiga kali terkena penggusuran, dari situ cara pikirnya tentang kepemimpinan dibentuk, ia tahu apa yang harus ia lakukan ketika ia harus menertibkan pemukiman warganya ketika ia menjadi Walikota Solo dan Gubernur Jakarta.
             Lulus sekolah Dasar, ia kemudian masuk di SMP Negeri 1 Surakarta kemudian lulus dari sana ia melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 6 Surakarta. Setelah tamat dari SMA, ia kemudian mencoba kuliah di perguruan tinggi, ia kemudian diterima di jurusan Kehutanan di Universitas Gajah Mada. Disana ia belajar sangat giat mengenai kayu, teknologi pengolahannya serta pemanfaatnnya hingga ia kemudian banyak dikenal sebagai Juragan Mebel. Jokowi menyelesaikan kuliahnya tahun 1985, ia kemudian menikah dengan Iriana Jokowi pada tanggal 24 Desember 1986 di Solo yang kemudian memberinya tiga orang anak bernama Gibran Rakabuming, Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu. Jokowi kemudian pada tahun itu juga ia mulai bekerja di Perusahaan Kertas BUMN bernama PT. Kraft Aceh, namun disana ia merasa tidak bedah sehingga memilih mengundurkan diri dan mencoba untuk berbisnis kayu di Solo sembari menunggu kelahiran anak pertamanya.
            Di Solo, yang pertama yang ia lakukan adalah bekerja di perusahaan milik pamannya, di CV Roda Jati, kemudian setelah banyak pengalaman yang ia dapat, ia kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha kayu sendiri dengan membuat badan usaha bernama CV. Rakabu pada tahun 1988 di bidang mebel kayu, nama badan usahanya terinspirasi dari nama Anak pertamanya yaitu Gibran Rakabuming. Bisnis kayu Jokowi dibawah naungan CV. Rakabu mengalami pasang surut bahkan hampir kolaps atau bangkrut namun pada tahun 1990 berkat suntikan pinjaman sebesar 30 juta rupiah dari ibunya, Jokowi kemudian mencoba bangkit kembali.
            Inspirasi mengenai kepemimpinan yang baik serta tata kota yang bersih serta rapi didapatnya dari hasil jalan-jalannya ke luar negeri berkeliling Eropa ketika ia berbisnis mebel. Kemudian tahun 2005, ia dicalonkan menjadi calon Walikota Solo oleh Partai Kebangkitan Bangsa dan PDI Perjuangan meskipun ia tidak memiliki pengalaman politik yang cukup, ia berhasil keluar sebagai pemenang dan menjadi walikota Solo. Kemenangan Jokowi sebagai Walikota Solo menjadi pijakan awal Jokowi menuju kursi Presiden Indonesia. Kepemimpinan serta gebrakannya sebagai Walikota Solo banyak mengubah wajah kota Solo sebagai 'Spirit Of Java', ia juga dikenal sebagai pemimpin 'blusukan' yaitu sering berkeliling melihat langsung keadaan kotanya. Kota Solo menjadi kota yang nyaman, penataan kota, relokasi pedagang tanpa menimbulkan kerusuhan, serta membuat Solo menjadi sebagai kota tuan rumah di acara Internasional adalah sebagian kecil dari prestasi Jokowi.
            Keberhasilan memimpin kota Solo kemudian membuat tokoh Golkar yang juga mantan wakil presiden Jusuf Kalla meminta Jokowi untuk maju menjadi ke Kursi Gubernur. Sempat menolak, Jokowi kemudian akhirnya menerima dan diusungkan oleh PDI perjuangan dan Partai Gerindra pada tahun 2012 sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Ahok. Banyak pihak yang berpendapat pasangan Jokowi-Ahok sebagai pasangan Calon Gubernur yang tidak diunggulkan bahkan survei pun mengatakan demikian, namun yang terjadi pasangan Jokowi-Ahok berhasil mengumpulkan suara yang mengimbangi pasangan incumbent yaitu Fauzi Bowi dengan selisih suara yang tipis hingga akhirnya diadakan pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Akhirnya pilkada putaran kedua berhasil membuat Jokowi-Ahok memenangkan kursi Gubernur DKI Jakarta. Banyak pihak yang menganggap bahwa strategi kampanye politik cerdas  Jokowi sebagai keberhasilan Jokowi dalam memenangkan kursi gubernur.

            Setelah ia dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia kemudian mencoba bekerja sesuai dengan yang ia janjikan saat kampanye dulu. Perbaikan irigasi, penataan Pedagang Kaki Lima, hingga perbaikan transportasi yang menjadi masalah ibukota DKI Jakarta ia coba lakukan selain itu kebijakannya seperti pembuatan kartu jakarta sehat untuk kesehatan dan kartu Jakarta Pintar untuk pendidikan, perbaikan sistem transportasi, pengurangan nepotisme di birokrasi DKI Jakarta dengan sistem lelang jabatan. Meskipun banyak kalangan yang menilai yang dilakukan belum berhasil mengatasi permasalahan ibukota namun banyak warga DKI Jakarta merasa cukup puas dari kebijakan yang ia lakukan terhadap Jakarta.

Belum lama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, PDI Perjuangan melalui mandat dari
Megawati Soekarno Putri menberikan perintah agar Jokowi maju sebagai Calon Presiden bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden pada tahun 2014. Hal itu kemudian ia laksanakan, pengumuman Jokowi sebagai Calon Presiden Indonesia dilaksanakan di rumah Si Pitung dengan mencium Bendera Merah Putih. Kemudian deklarasi resmi Jokowi sebagai calon Presiden dilakukan di Gedung Juang 45, majunya ia sebagai Calon Presiden Indonesia didukung oleh empat partai pengusungnya yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura.
                Kemudian pada bulan juli 2014, hasil perhitungan suara oleh KPU Indonesia menyatakan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai pemenang pada Pemilihan Presiden tahun 2014 dengan perolehan suara sebesar 53,15% atau 70.997.833 dengan mengalahkan lawannya pasangan Prabowo-Hatta Rajasa dengan perolehan suara 46,85% atau 62.576.444 adapun selisih suara antara Jokowi dan Prabowo sebesar 8.421.389 suara. Meskipun kemenangan itu di protes oleh pasangan Capres dari kubu Prabowo-Hatta Rajasa hingga kemudian menggugat perolehan suara, tersebut namun pada akhirnya Jokowi berhasil menduduki kursi sebagai orang nomor satu di Indonesia atau sebagai Presiden Ketujuh Republik Indonesia. Pelantikan Jokowi sebagai Presiden dilakukan pada tanggal tanggal 20 Oktober 2014 di Gedung DPR/MPR RI. Upacara ini menandai secara resmi dimulainya jabatan Joko Widodo sebagai Presiden didampingi oleh Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Indonesia. Jokowi memulai sepak terjangnya sebagai presiden Republik Indonesia dengan mengeluarkan kartu Indonesia Sehat, Indonesia pintar.
            Dibidang maritim ia memberi instruksi keras terhadap pencuri ikan di wilayah Perairan Indonesia yaitu penenggelaman kapal yang banyak diapresiasi oleh banyak kalangan, membereskan banyak proyek pembangunan yang terbengkalai, membagikan seribu lebih traktor guna menggengjot produksi pertanian, mengundang investor asing dengan nilai investasi 300 Trilyun rupiah ketika ia berpidato di APEC.  Namun kebijakan lain yang ia keluarkan juga banyak diprotes oleh banyak kalangan misalnya menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), penunjukan Budi Gunawan sebagai Kapolri yang kemudian batal karena berseteru dengan KPK, hingga penandatangan surat Perpres mengenai Kenaikan uang muka Mobil pejabat yang ia tidak ketahui sehingga banyak menimbulkan protes.
            Terlepas dari banyaknya kontroversi mengenai kebijakan Presiden Jokowi atau Joko Widodo, namun Jokowi merupakan sosok yang patut menjadi perhatian, bagaimana tidak hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tahun saja ia berhasil mencapai puncak sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Banyak yang menilai ia sebagai tokoh pemimpin yang banyak membawa perubahan besar baik itu di ketika menjabat sebagai Walikota Solo dan Gubernur Jakarta. Tak heran jika tahun 2014 majalah TIME menjadikan wajah Jokowi sebagai cover dari majalah tersebut dan menyebutnya sebagai 'person of the year' dan juga memasukkan dirinya sebagai salah satu pemimpin terbaik di dunia.


NUR MUHAMMAD RUBIANSYAH (24)

Biografi W.S Rendra,Seorang Penyair Legenda Indonesia | X5 SMAN 1 GEGER


W.S Rendra,Seorang Penyair Legenda Indonesia



WS Rendra merupakan penyair kenamaan Indonesia yang dilahirkan di Solo pada tanggal 7 November 1935. Nama lahir WS Rendra adalah Willibrordus Surendra Broto, ayahnya bernama R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan ibunya bernama Raden Ayu Catharina Ismadillah. WS Rendra memang dilahirkan dikeluarga yang kental akan seni, tak heran jika darah seni sangat mudah merasuk dalam diri Rendra. Ayahnya adalah seorang dramawan yang merangkap sebagai guru Bahasa Jawa dan bahasa Indonesia di sebuah sekolah Katolik di Solo, sedangkan ibunya adalah seorang penari serimpi yang banyak di undang oleh Keraton Surakarta.

             WS Rendra menikah pertama kali dengan Sunarti Suwandi pada 31 Maret 1959 itu, Dari istri pertamanya Rendra mendapat lima anak yaitu Theodorus Setya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Clara Sinta.Setelah menikah, WS Rendra kepincut dengan salah satu muridnya di Bengkel Teater yang bernama Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat. Mereka menikah pada tanggal 12 Agustus 1970. Dari pernikahan keduanya dengan Sitoresmi, Rendra dikaruniai empat anak yaitu Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati.

           Rendra juga menikahi seorang gadis bernama Ken Zuraida sebagai istri ketiga, akan tetapi pernikahan ketiganya ini harus dibayar mahal dengan mengorbankan dua istri terdahulunya yaitu Sitoresmi dan Sunarti. WS Rendra harus rela menceraikan dua istrinya ini pada tahun 1979 karena tak menyetujui Rendra memiliki istri ketiga. Dari pernikahannya yang ketiga, Rendra mendapat dua anak yaitu Isaias Sadewa dan Maryam Supraba.
            WS Rendra menghabiskan masa kecil hingga SMA nya di Solo dengan bersekolah TK hingga SMA di Sekolah Katolik St. Yosef. Setelah lulus SMA WS Rendra pindah ke Jakarta demi meneruskan sekolah di Akademi Luar Negeri, namun ternyata sekolahan tersebut telah tutup.
WS Rendra meninggalkan Jakarta menuju kota impiannya yaitu Yogyakarta. Pilihannya jatuh pada Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada. Di fakultas ini, bakat seninya semakin tertempa dengan baik namun ia tak bisa menyelesaikan studinya di sini.
             WS Rendra kemudian mendapat tawaran beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). Ia pun kemudian pergi ke Amerika pada tahun 1954 untuk mengambil beasiswa tersebut. Di Amerika, Rendra tak hanya berkuliah namun juga sering mengikuti seminar tentang seni dan kesusastraan atas undangan pemerintah AS di Harvard University.
Sepulang dari Amerika Serikat, Rendra sempat mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok.
               Rendra juga aktif membintangi sejumlah pertunjukan teater, yang di antaranya adalah Orang-orang di Tikungan Jalan, SEKDA, Mastodon dan Burung Kondor, Hamlet, Macbeth, Oedipus Sang Raja, Kasidah Barzanji dan Perang Troya Tidak Akan Meletus.
Ia pertama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Setelah itu, puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu.. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya, terutama majalah tahun '60-an dan tahun '70-an. Beberapa puisi karya WS Rendra antara lain: Jangan Takut Ibu, dan  Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan).


               Selain puisi, WS Rendra juga menciptakan sajak. Sajak-sajak karyanya antara lain : Rick dari Corona, Potret Pembangunan dalam Puisi, Pesan Copet kepada Pacarnya, Rendra: Ballads and Blues Poem (Terjemahan), Perjuangan Suku Naga, Blues untuk Bonnie, State of Emergency, Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api, Mencari Bapak, Rumput Alang-Alang, dan Surat Cinta.
“Kaki Palsu” adalah drama pertamanya, dipentaskan ketika ia di SMP, dan “Orang-Orang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Prof. A. Teeuw, di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989), berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan 45, Angkatan 60-an, atau Angkatan 70-an. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri.

               WS Rendra juga terkenal dengan sebutan "Si Burung Merak". Sebutan tersebut berawal ketika Rendra kedatangan tamu dari Australia. Ketika Rendra menemani tamunya yang dari Australia untuk berkeliling ke Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Rendra melihat seekor merak jantan yang sedang berjalan dengan diapit dua betinanya. Melihat itu, Rendra langusung berseru dengan tertawa terbahak-bahak Itu Rendra! Itu Rendra!. Mulai saat itulah julukan Si Burung Merak melekat pada dirinya.
                Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak karyanya    yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India. Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995). Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan, antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956); Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970); Hadiah Akademi Jakarta (1975); Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) ; Penghargaan Adam Malik (1989); The S.E.A. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006).


              
 Baru pada usia 24 tahun, ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu, Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat, putri darah biru Keraton Yogyakarta, yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. Tugas Jeng Sito, begitu panggilan Rendra kepadanya, antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti.

               Ujung-ujungnya, ditemani Sunarti, Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua, dan Sito menerimanya. Dia dinamis, aktif, dan punya kesehatan yang terjaga, tutur Sito tentang Rendra, kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya, yang beragama Islam, dinikahi seorang pemuda Katolik. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur, serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka, memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito, 12 Agustus 1970, dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi.


               Peristiwa itu, tak pelak lagi, mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. Terhadap tudingan tersebut, Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji, beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra, karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai, katanya sambil mengutip ayat Quran, yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang. Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja.


                 Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya, Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak, Itu Rendra! Itu Rendra!. Sejak itu, julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. Dari Sitoresmi, ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati. Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida, istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam, Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979, dan Sunarti tak lama kemudian.
WS Rendra meninggal dunia di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 6 Agustus 2009 pukul 22.10. Ia menderita penyakit jantung koroner. Dimakamkan setelah shalat Jumat 7 Agustus 2009 di TPU Bengkel Teater Rendra, Cipayung, Citayam, Depok.
Itulah WS Rendra dengan segala kelebihan prestasi dan kontroversi kehidupannya. Kita patut mengacungi jempol untuk berbagai prestasi dan penghargaan yang berhasil diraihnya. Sebagai sastrawan besar, W.S. Rendra banyak mendapat penghargaan yaitu "Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah", "Kebudayaan Nasional (1957)", "Anugerah seni dari Departemen P&K (1969), dan "Hadiah seni dari Akademi Jakarta (1975).


MUTIA SASTAFIANI

Biografi Merry Riana,Motivator Wanita Tersukses | X5 SMAN 1 GEGER




Merry Riana,Motivator Wanita Tersukses



Merry Riana lahir pada 29 Mei 1980 di kota Jakarta,Jawa Barat.Ia lahir dari keluarga sederhana keturunan Tionghoa.Ayahnya  bernama Ir. Suanto Sosrosaputro yang bekerja sebagai pembisnis dan ibunya bernama Lynda Sanian sebagai ibu rumah tangga.Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.Adiknya bernama Aris dan Eric.Merry Riana menikah dengan Alva Christopher Tjenderasa.Dari penikahannya mereka di karuniai dua orang anak yang bernama Alvernia Mary Liu dan Alvian Mark Liu.
Merry Riana memulai pendidikannya di Sekolah Dasar Don Bosco Pulomas.Ia kemudian meneruskan ke SMP Santa Ursula dan ke SMA Santa Ursula yang merupakan sekolah katolik khusus perempuan yang berada di Jakarta Pusat.Setelah lulus dari SMA, Merry Riana ingin melanjutkan kuliahnya di Universitas Trisakti.Namun, cita-cita nya untuk kuliah di jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kerusuhan besar yang terjadi pada tahun 1998.Saat itu kondisi nya tidak aman akibat kerusakan tersebut.Hal ini membuat ayah Merry Riana untuk mengulinyahkannya ke Singarapura.
Akhirnya Merry Riana berkuliah di Nanyang Technological University (NTU) jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE). Ia mengambil jurusan ini karena dia berpikir dapat membantu ayahnya berbisnis.Tanpa persiapan yang memadai, ia sempat gagal dalam tes bahasa inggris di Nanyang Technological University.Tanpa biaya yang memadai saat tinggal di Singapura,akhirnya ia meminjam beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja.Hal itu berangsur setiap hari di tahun pertamanya kuliah.Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar.Dari mulai membagikan brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel.
Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry Riana mulai membangun mimpi.Ia mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis.Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke dalam dunia bisnis.Diapun mencoba berbisnis dalam pembuatan skripsi,bisnis MLM,mencoba bermain saham,yang pada akhirnya semuanya berakhir dengan kegagalan.Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar.Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham.
Merry Riana sempat terpuruk dengan kondisi tersebut,tetapi ia masih dapat menyelesaikan kuliahnya.Meski begitu, Merry kembali bangkit dan berusaha keras untuk menjadi entrepreneur.Dengan adanya peristiwa itu,Merry memulai untuk berusaha lagi dari awal dengan belajar secara sungguh-sungguh tentang seluk beluk bisnis.Setelah merasa siap, ia pun memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan.Merry berpikir itulah hal yang akan membuatnya mampu mewujudkan impiannya dalam waktu yang relatif singkat.
Tamat kuliah, Merry mempersiapkan diri dengan matang untuk memulai bekerja.Bersama Alva Tjenderasa suaminya, mereka berdua mulai menjalankan usaha bersama.Merry Riana kemudian memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan.Saat Merry memulai karier sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus menghadapi tantangan dan hambatan yang cukup berat.Orang tuanya, dosen, serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusannya.Karena Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin padahal mayoritas penduduk Singapura ialah etnis China.Sampai akhirnya ia sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi,kartu kredit,deposito,tabungan,dll.Dalam enam bulan pertama kariernya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura.
Tepat satu tahun pertamanya, ia berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 200  Ribu Dollar Singapura atau sektar 1,5 Milyar Rupiah.Merry Riana kemudian dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas di tahun 2003.Kemudian di tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer dengan menyewa kantor dan memiliki karyawan sendiri.Kemudian ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization) sebuah perusahaan jasa keuangan selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motivasi serta percetakan buku yang berbasis di Singapura.
Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda.Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di Singapura.Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia.Tahun 2005, Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency.
Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran.Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki usia yang masih muda yaitu antara 21- 30 tahun.
Melihat kesuksesan Merry yang di jalani dengan penuh hambatan,media pun     berbondong-bondong untuk mengetahui cerita kesuksesan Merry Riana.Dan akhirnya ia dikenal sebagai seorang entrepreneur wanita yang sukses dan menjadi motivator untuk membagikan ilmu dan kiat-kiat suksesnya agar setiap orang menjadi pribadi yang sukses.Kini,Merry Riana mempunyai mimpi untuk memberikan dampak positif bagi 1 juta orang di Asia,terutama di Indonesia Salah satunya dengan meluncurkan buku "Mimpi Sejuta Dolar" yang sangat inspiratif dan akan diangkat ke layar lebar.Merry menyatakan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua orangtuanya, tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa.
Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, tidak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka dan anggota keluarga mereka yang lain.Ia juga berharap supaya generasi muda tidak mudah putus asa jika mereka mengalami kegagalan.



MEYTA RAHMA NABILA (20)

Biografi Muhammad Ainun Nadjib | X5 SMAN 1 GEGER


  Muhammad Ainun Nadjib




     Muhammad Ainun Nadjib atau biasa dikenal Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun (lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953; umur 64 tahun) adalah seorang tokoh intelektual  berkebangsaan Indonesia yang mengusung napas Islami. Menjelang kejatuhan pemerintahan Soeharto, Cak Nun merupakan salah satu tokoh yang diundang ke Istana Merdeka untuk dimintakan nasihatnya yang kemudian kalimatnya diadopsi oleh Soeharto berbunyi "Ora dadi presiden ora patheken". Emha juga dikenal sebagai seniman, budayawan, penyair, dan pemikir yang menularkan gagasannya melalui buku-buku yang ditulisnya.
     Emha merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Darussalam Gontor setelah melakukan ‘demo’ melawan pimpinan pondok karena sistem pondok yang kurang baik, pada pertengahan tahun ketiga studinya. Kemudian ia pindah ke Yogyakarta dan tamat SMA Muhammadiyah I. Istrinya yang sekarang, Novia Kolopaking, dikenal sebagai seniman film, panggung, serta penyanyi. Sabrang Mowo Damar Panuluh adalah salah satu putranya yang kini tergabung dalam grup band Letto.
     Lima tahun ia hidup menggelandang di Malioboro, Yogyakarta antara 1970–1975, belajar sastra kepada guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat memengaruhi perjalanan Emha. Masa-masa itu, proses kreatifnya dijalani juga bersama Ebiet G Ade  (penyanyi), Eko Tunas (cerpenis/penyair), dan EH. Kartanegara (penulis).
     Selain itu ia juga pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat  (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985). Emha juga pernah terlibat dalam produksi film Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2011), skenario film ditulis bersama Viva Westi.


     Dalam kesehariannya, Emha terjun langsung di masyarakat dan melakukan aktivitas-aktivitas yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik, sinergi ekonomi guna menumbuhkan potensi rakyat. Di samping aktivitas rutin bulanan dengan komunitas Masyarakat Padhang Bulan, ia juga berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, rata-rata 10 sampai15 kali per bulan bersama Gamelan Kiai Kanjeng, dan rata-rata 40 sampai 50 acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Kajian-kajian islami yang diselenggarakan oleh Cak Nun antara lain:
     Jamaah Maiyah Kenduri Cinta sejak tahun 1990-an yang dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki. Kenduri Cinta adalah salah satu forum silaturahmi budaya dan kemanusiaan yang dikemas sangat terbuka, nonpartisan, ringan dan dibalut dalam gelar kesenian lintas gender, yang diadakan di Jakarta setiap satu bulan sekali.
-Mocopat Syafaat Yogyakarta
-Padhangmbulan Jombang
-Gambang Syafaat Semarang
-Bangbang Wetan Surabaya
-Paparandang Ate Mandar
-Maiyah Baradah Sidoarjo
-Obro Ilahi Malang, Hongkong dan Bali
-Juguran Syafaat Banyumas Raya
-Maneges Qudroh Magelang
     Dalam pertemuan-pertemuan sosial itu ia melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metode perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi masalah masyarakat.
     Bulan Maret 2011, Emha memperoleh Penghargaan Satyalancana Kebudayaan 2010 dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, penghargaan diberikan berdasarkan pertimbangan bahwa si penerima memiliki jasa besar di bidang kebudayaan yang telah mampu melestarikan kebudayaan daerah atau nasional serta hasil karyanya berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.




M. RYAN (22)